PANDEGLANG, (B1) – Tiga hari pasca Tsunami, Selat Sunda, tim evakuasi gabungan Polda Banten, telah mengevakuasi sebanyak 224 jasad. Dari jumlah itu yang belum teridentifikasi 20 jasad, empat diantaranya belum diambil keluarga.
AKBP Edy Sumardi Priadinata Kabid Humas Polda Banten saat keterangan pers di Media Center Bidhumas Polda Banten Bencana Tsunami di Hotel Wira Santika menjelaskan, hingga Selasa (25/12/18), pagi, jumlah korban terus bertambah.
“Sekarang jumlahnya 224 jasad yang dievakuasi. 200 jasad sudah diambil keluarga, 20 belum teridentifikasi, empat belum diambil keluarga,” terangnya.
Menurutnya 20 jasad yang belum teridentifikasi, karena tidak ditemukan kartu identitas penduduk, SIM ataupun sidik jari yang telah rusak.
“Serta tidak adanya data antemortem pada korban yang belum lengkap. Juga tidak ada ciri-ciri khusus di dalam tubuh korban, seperti bekas luka, tato atau lainnya,” ungkapnya.
Pria yang di kenal ramah ini pun menjelaskan, bahwa ada empat jasad yang masih belum diambil keluarganya.
“4 Jasad yang masih di RSU Pandeglang atas nama, M. Anwar Suwandi (53) warga Bekasi Selatan, Ramu (38) Indramayu, Soleman (47) Kampung Karang Mempek Panimbang Pandeglang, dan Urmala (48) Singkawang,” tuturnya.
Edy pun menambahkan, jika keluarga hendak mengambil jasad bisa menghubungi Kabid Dokkes Polda Banten, Dokter Naryana di nomer Handphone 081222920669 atau bisa pula ke RSU Berkah, Pandeglang. (santi).
























