Pengangguran Jadi Beban Banten

 

SERANG, (B1) – Anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro menyatakan, pengangguran menjadi beban bagi daerah yang menjadi tujuan migrasi penduduk, salah satunya Banten.

“Banten ini menjadi magnet migrasi penduduk, karena ada kawasan industri di Tangerang dan Cilegon,” ungkapnya usai menjadi narasumber Sosialisasi Pengendalian Penduduk bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, beberapa hari lalu.

Lanjut Yayat, selama tiga tahun terakhir, kesempatan kerja banyak tercipta di Banten, sehingga pengangguran menurun. Karena pertambahan jumlah angkatan kerja melebihi kesempatan kerja, tingkat pengangguran terbuka menurun hingga menjadi 7,77 persen.

“Namun, jika dirata-rata dengan nasional, tingkat pengangguran ini masih sangat tinggi, karena
berada jauh di atas rata-rata Nasional yang hanya 5,13 persen,” terangnya.

Sementara berdasarkan serapan lapangan kerja, dari data BPS itu, beber Yayat, dari 100 penduduk yang telah
bekerja pada Februari 2018, 41 orang bekerja pada lapangan usaha industri pengolahan serta lapangan usaha perdagangan dan reparasi atau perawatan mobil-motor. Sekitar 22 orang, lebih memilih untuk bekerja pada lapangan usaha pertanian serta lapangan usaha transportasi dan pergudangan. Sisanya, bekerja pada berbagai lapangan usaha selain keempat lapangan usaha tersebut.

“Berdasarkan tingkat pendidikan, 6 dari 100 orang pengangguran di Banten tersebut lulusan universitas. Data ini menarik, karena mereka kelompok yang semestinya secara kualitas jauh lebih baik dibandingkan lulusan SLTA,” tandasnya.

Manyikapi hal tersebut, Yayat berpendapat perlu ada berbagai pogram pelatihan keterampilan bagi penduduk usia produktif yang tidak terserap di sektor formal. Sehingga, tetap bisa berdikari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Solusinya tentu pembekalan keterampilan, agar mereka bisa membuka lapangan usaha sendiri. Sehingga tidak selalu ketergantungan pada sektor industri maupun sektor formal lainnya,” pungkasnya. (pudin).

7,103 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment