HMI Komisariat Pamulang Demo, Nilai Pemkot Tangsel Langgar Undang-Undang

 

TANGSEL, (B1) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pamulang, Tangsel, lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Puspem Kota Tangerang Selatan, Kamis (29/11/18).

Aktivis HMI ini mempertanyakan tujuh Lurah yang masih dijabat oleh tenaga honorer (Non PNS). Padahal sebelumnya telah dilakukan perombakan jabatan Lurah setelah mendapat teguran dari Ditjen Otda Kemendagri.

“Ini Pemkot sepertinya bandel? Pemerintah Pusat sudah tegur, tapi masih ada aja Lurah Non PNS,” ujar Toni, Ketum HMI Komisarat Pamulang saat orasi.

Ia melanjutkan, kesadaran Pemkot Tangsel yang menempatkan aparaturnya (Non PNS) di posisi Lurah telah melanggar Undang-Undang Pemerintah Daerah.

“Ini mesti ada sanksi ke Walikota, Sekda, dan Kepala BKPP. Jangan bohongi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, tujuh lurah yang dijabat Non PNS diduga ada sarat kepentingan politik praktis jelang pemilu 2019.

“Ingat dosa masa lalu, ini jelas pelanggaran, masih mau diulang?” tukasnya.

Dalam aksi tersebut sempat perwakilan Pemkot Tangsel menemui para pengunjuk rasa. Namun, mahasiswa menolaknya.

“Kami ingin kejelasan langsung dari Airin, atau Wakil Walikota, atau Sekda. Mereka yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Toni mengatakan, HMI Komisariat Pamulang bakal terus mengawal terkait jabatan Lurah Non PNS. Bila tidak terjadi perombakan dalam waktu ini, pihaknya akan melakukan unjuk rasa kembali.

“Kami minta rombak dan ganti tujuh lurah itu,” pungkasnya. (ed/bay).

8,985 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment