Satres Narkoba Polres Jakbar, Gagalkan Penyelundupan Dua Karung Sabu Di Perairan Banten

 

SERANG, (B1) – Petugas Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan penyelundupan dua karung berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Barang haram tersebut berhasil disita dari sebuah kapal nelayan di Pelabuhan Rakyat, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, atau di wilayah hukum Polsek Bojonegara-Polres Cilegon.

“Kami amankan dua karung besar yang berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi, yang baru saja dipindahkan dari kapal nelayan ke da|am mobil mewah milik para pelaku sindikat narkotika ini,” ucap Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendiz melalui siaran pers yang tersebar di WAG media Polda Banten, Senin (26/11/18).

Selain itu, Polisi juga mengamankan lima orang awak kapal dan berhasil mengetahui asal muasal barang haram tersebut.

Adapun, lima orang tersangka yang berhasil diamankan adalah APP (30 tahun), HA (41 tahun), DW (38 tahun), PR (34 tahun), serta seorang kapten kapal LS ( 36 th).

Erick menjelaskan, awal mula dilakukannya penangkapan tersebut berawal dari informasi mengenai adanya peredaran gelap narkoba.

Dari informasi tersebut, dibawah pimpinan Kanit 1 AKP Indra Maulana bersama Kasubnit Iptu Madjen Silaban melakukan penyelidikan dan didapat bahwa sindikat yang dipimpin oleh HT (DPO) menerima pengiriman dari Lampung melalui kapal nelayan.

“Setelah kapal yang dicurigai datang, 2 karung narkoba kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mobil mewah yang dikendarai tersangka HA dan tersangka APP. Kemudian tim melakukan penyergapan dan didapati 2 buah karung yang berisikan 44 paket bungkusan warna hijau yang berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 44 gram dan 4 bungkus plastik kuning yang berisikan 20 ribu butir tablet warna merah jenis narkotika pil ekstasi dengan kualitas kelas 1 (sangat bagus),” papar Erick.

Dari hasil penyelidikan ditemukan fakta, bahwa narkoba kualitas kelas 1 tersebut akan didistribusikan ke wilayah Jakarta, Bogor dan Surabaya saat pergantian tahun nanti.

“Ini merupakan jaringan narkoba internasional China dan Taiwan yang dikendalikan oleh jaringan Lapas yang sebelumnya dikirim dari Pelabuhan Ketapang Lampung oleh sebuah kurir IYL (DPO KURIR) yang biasa dikirim melalui Batam atau medan selanjutnya dikirim melalui jalur darat kepulau Jawa,” jelasnya.

Erick menambahkan, penangkapan ini merupakan atensi dari Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi untuk menindak tegas segala penyalahgunaan narkoba.

“Para pelaku yang diamankan kami jerat dengan Pasal 114 Ayat 2 sub 112 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman paling ringan 6 tahun penjara dan paling berat hukuman mati,” tutupnya.

Terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Kabid Humas AKBP Edy Sumardi menghimbau, kepada seluruh masyarakat dan rekan media, apabila mengetahui informasi tentang adanya peredaran barang haram berupa obat-obatan ataupun ganja, dimohon untuk bekerjasama dan membantu pihak kepolisian. Agar sama-sama mengungkap dan memberantas jaringan tersebut dengan cara melapor ke Polisi.

“Kebetulan wilayah hukumnya masuk dalam wilayah hukum Polda Banten khususnya Polres Cilegon. Dalam hal ini kami sudah lakukan koordinasi, termasuk dalam hal penanganan pengembangan kasus ini seperti apa dan bagaimana. Narkoba itu musuh bangsa, jadi mari kita sama-sama berantas Narkoba hingga ke akar-akarnya,” singkatnya. (les/rizal).

1,041 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment