Hari Guru, Mahasiswa Untirta Demo Kesejahteraan Guru Honorer

SERANG, (B1) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pejuang Guru Honorer ( Gempur ), lakukan aksi demonstrasi di DPRD Provinsi Banten, Senin, (26/11/18). Aksi dalam rangka peringatan hari Guru Nasional.

Aksi yang di motori l BEM FKIP, Hamas dan HMJ tiap jurusan di Untirta ini menuntut kesejahteraan guru honorer di Banten. Aksi diikuti sekitar 80 orang massa dari berbagai mahasiswa jurusan FKIP Untirta.

Rosidin, ketua Forum Guru Honorer Pandeglang mengatakan, Di Pandeglang gaji guru honorer hanya berkisar Rp100 – 300 Robitussin perbulan. Itu didapat dari dana BOS sekolah yang turun tiga bulan.

“Pada akhirnya, seorang guru honorer harus mampu menutupi kebutuhan rumah tangga mereka selama tiga bulan tersebut, sebelum terima honor,” ucapnya.

Sementara Ajiz Fauzi Ketua BEM FKIP Untirta sekaligus korlap aksi menyatakan, akibat dari ketidakjelasan pemerintah daerah dalam mensejahterakan guru honorer, membuat guru honorer semakin sengsara.

“Bahkan gaji guru honorer saat ini tidak jelas. Padahal kontribusi mereka untuk mencerdaskan anak bangsa sangat besar. Untuk itu kami minta DPRD membuat Perda tentang spesifikasi honor guru honorer. Mulai guru SD, SMP, SMA/SMK dan sekolah sederajat lainya,” kata Ajiz.

Mahasiswa Untirta tuntut kesejahteraan honor guru honorer

Terlebih lanjutnya, dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 36 Tahun 2018 yang mengatur syarat administrasi bagi guru honorer, kesempatan menjadi PNS semakin sempit. Hal itu karena, adanya batasan usia maksimal 35 tahun.

“Padahal banyak guru honorer, terutama yang masuk golongan K2, sudah mengabdikan diri selama puluhan tahun,” tandasnya.

Aksi mahasiswa berakhir setelah perwakilan DPRD Provinsi Banten, menandatanggani MOU, terkait tuntutan kesejahtraan guru honorer. (CJ/dandi).

1,980 kali dilihat, 23 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment