TIGARAKSA, (B1) – Pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulteng, beberapa waktu lalu, mengakibatkan infratruktur jalan dan rumah warga hancur. Kebutuhan sanitasi terus diperbaiki oleh Relawan Kabupaten Tangerang,dengan membangun enam Unit MCK yang dibutuhkan di Desa Jono Kecamatan Dolo, Selatan Kabupaten Sigi.
Relawan Kabupaten Tangerang setelah meninjau, sebagian warga dolo diperbukitan masih membutuhan sanitasi, dikarenakan sebagian rumah runtuh akibat gempa. Juga kebiasaan masyarakat yang belum memiliki MCK, hingga buang air besar di kebun atau sungai.
“Di posko penampungan saja kami belum memiliki MCK. Untuk warga Jono kami sangat membetuhkan ini,” ucap Kepala Desa Jono.
Di Desa Jono yang terdampak 146 kepala keluarga. Rata-rata bangunan rumah rata dengan tanah, sekolah dan gereja pun hancur.
“Kami merasa terbantu. Bantuan ini sangat cepat dan tanggap. Terimakasih warga Jono dibantu. Sebelumnya banyak yang menawarkan bantuan tapi harus bertele-tele,” ungkap Kepala Desa.
Hadi Fauji koordinator pembangunan MCK relawan Kabupaten Tangerang menjelaskan, MCK yang dibangun harus tepat sasaran seperti di Desa Jono. Kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting dalam penanganan pasca bencana, karena selain logistik korban agar lebih paham sekaligus pencegahan penyakit menular yang terjadi dilokasi bencana.
“Sanitasi dan kesehatan jadi fokus kami di wilayah terdampak bencana. Mulai dari kecamatan Kulawi, Dolo Selatan, telah kami susuri,” terang Hadi yang juga Humas markas PMI Kabupaten Tangerang.
Setidaknya empat unit MCK dibangun di Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, dan Desa Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulaya.
“Kita sudah enam hari, setelan dilepas Bupati Zaki, beberapa waktu lalu, ” pungkasnya. (kom/pudin).
























