Festival Nusa Loka II, Hadirkan Lomba Hingga Seni

 

TANGSEL,(B1) – Komunitas warga cluster Nusa Loka BSD city, Serpong, Tangerang Selatan, menyelenggarakan “Festival Nusa Loka” kedua. Tema kali ini adalah  “Indahnya Kebhinekaan” dalam pesta raya. Festival akn digelar 3 dan 4 November 2018.

Rencananya akan dibuka oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Beragam kegiatan akan suguhkan meliputi, drama musikal, life music, bazaar, sports, aneka lomba, dan kesenian tari-tarian dari berbagai sekolah di wilayah Tangerang Selatan.

Wita Wibisono Kabid Humas dan Promosi menjelaskan, Festival Nusa Loka telah menjadi agenda nomor kedua, setelah agenda utama tahunan malam puncak HUT Pemkot Tangsel. Dan perbedaan penyelenggaraan festival Nusa Loka tahun lalu dengan tahun ini adalah, tahun ini acara kegiatannya lebih dominan menampilkan karya seni anak-anak dengan beragam kreatifitasnya.

“Pesta raya tahun ini menjadi moment penting bagi masyarakat dan Pemkot Tangsel. Kami berharap festival Nusa loka tahun ini bisa menjadi guyub bagi warga Nusaloka khususnya dan bagi warga masyarakat Tangsel umumnya. Bahkan bisa menjadi pioneer bagi kawasan lain di Tangsel untuk berperan serta mengisi hari jadi HUT  kota Tangsel,” jelas Wita Wibisono, saat konfrensi pers, Rabu, (31/10/18).

Di kesempatan yang sama, Kabid protokoler Susan Purnama mengajak awak media untuk bisa saling bekerjasama dalam event yang digelar selama dua hari mendatang.

“Kemampuan para komunitas di Tangsel yang sangat hebat-hebat akan kami tampilkan. Selain pentas anak anak, untuk Festival Nusa Loka kali, pihak Pemkot Tangsel dalam hal ini Dinas Pariwisata Tangsel,  sangat mensupport kami. Dan juga Dinas Pendidikan juga mengikutsertakan sekolah-sekolah di Tangsel,” tuturnya.

Nico selaku even promosi Festival Nusa Loka BSD menjelaskan, bila seluruh agenda acara, mayoritas menampilkan kemampuan dan bakat dari anak-anak dan juga kaum disabilitas. Dan puncak acara adalah pertunjukkan drama musikal mas Adri Prasetyo dari Teater KOMA dengan judul “Pohon Langit” yang menjadi inspirasi untuk menjaga indahnya Kebhinekaan di Tangsel.

“Kami mengambil tema Pohon Langit tersebut, mengandung arti dan makna yang sangat dalam. Seperti telah dijelaskan oleh Wita Wiibisono tadi. Kami ingin di Tangsel yang penuh dengan dinamika yang begitu amat beragam, tetapi tetap dapat menjadi pioneer guyubnya Kebhinekaan warga Tangsel,”  pungkasnya. (Btl).

5,830 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment