Bea Cukai Tangerang Proses Pengedar Rokok Tanpa Cukai dan Cukai Palsu

TANGSEL, (B1) – Bea Cukai Tangerang, amankan pengedar rokok tak berpita cukai dan cukai palsu. Penangkapan dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2018, lalu, sekira pukul 22.00 WIB di jalan Jati Jelupang, Tangerang Selatan.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Aris Sudarminto menjelaskan, petugas mendapati kendaraan jenis minibus yang mengangkut 52 bal dan lima slop atau sebanyak 208.800 batang rokok Mega!, dengan merk dagang Gudang Garam dan merk dagang Rolling. Rencana barang akan dijual secara eceran ke warung dagang di wilayah Tangerang Selatan.

Satu orang inisial “D” diamakankan lantaran diduga melakukan tindak pidana di bidang cukai yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dljual barang kena cukai, yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lahnya.

“Atas kasus tersebut, pelaku melanggar ketentuan di bidang Cukai sesuai pasal 54 dan/atau pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Anncamannya hukuman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” jelasnya, saat press confrence, Rabu, (24/10/18).

Atas dugaan tersebut kemudian dianjutkan dengan proses penyidikan oleh PPNS Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP) dan Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan. Kepada yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka dan barang tegahan berupa rokok dan sarana pengangkut disita guna kepentingan pembuktian di Pengadilan.

Dalam proses penyidikan, ditemukan bahwa seluruh merk dagang rokok yang disediakan tersangka untuk dijual tidak terdaftar diaplikasi cukai DJBC serta kertas yang terdapat pada kemasan merupakan pita cukai palsu atau bukan pita cukai yang diwajibkan. Hal tersebut berdampak pada penerimaan Negara di sektor Cukai yang menjadi tidak terpenuhi dan adanya potensi kerugian Negara. Selain itu, ditemukan bahwa asal rokok dari Kota Bogor.

Dikatakannya, mengingat target penerimaan Cukai (khususnya Hasil tembakau pada tahun 2018 yang senilai Rp148,23 triliun, Bea Cukai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap Barang Kena Cukai tersebut, selain pelayanan di bidang Cukai tentunya. Terhadap kasus peredaran rokok ilegal yang terjadi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang mengakibatkan potensi kerugian Negara sebesar kurang lebih Rp80 juta.

“Status berkas perkara saat ini telah dinyatakan lengkap oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan berdasarkan surat nomor B-2004/O.6.16/Fd.2/10/2018 tanggal 17 Oktober 2018. Sedangkan tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.

Bima Suprayoga Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menambahkan, kasus sudah dinyatakan P21 secara formil maupun materil. Untuk tersangka dan barang bukti sudah di serahkan ke Kejaksaan  Negeri Tangerang Selatan.

“Setelah penyerahan tersangka dan barang bukti, kami akan tindak lanjuti dengan persiapan surat dakwaan. Kemudian kita limpahkan ke pengadilan. Satu tersangka saat ini ditahan dalam tahap penuntutan, hingga 20 hari ke depan,” pungkasnya. (pudin).

6,357 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment