Lima Pelaku Tawuran SMK di Kabupaten Tangerang Diringkus

 

TANGERANG, (B1) – Tim Vipers Polres Tangsel dan Polsek Curug, ungkap tindak pidana tawuran antar pelajar SMK Mandiri Panongan dengan SMK Yuppentek 2 Curug, yang terbaru beberapa waktu lalu. Lima orang diamankan dari pengungkapan kasus, lantaran ada satu korban An.Muhammad Aditya yang bacok serius.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan saat press release di Polsek Curug, Selasa, (23/10/18) menjelaskan, kejadian terjadi pada, Kamis 18 Oktober 2018, di Jl. Raya STPI KM.5,5 Kp Kadu Rt.01/07 Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Dalam aksinya, semua pelaku menggunakan senjata tajam. Korban masih dirawat di rumah sakit Hermina Bitung, karena mengalami luka di tangan dan bahu akibat sabetan senjata tajam.

Kronologi tawuran diawali adanya pertandingan futsal antara kedua sekolah. Kemudian dalam pertandingan terjadi selisih paham di lapangan, hingga kedua pelajar SMK membuat janjian untuk mengadakan tawuran/perkelahian.

Ternyata didalam perkelahian masing-masing pihak sudah membekali diri dengan senjata tajam.

“Terrsangka yang diamankan Polsek Curug, semuanya masih di bawah umur, dan masih pelajar,” ungkapnya.

Kasat reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho menambahkan, ada lima orang yang sudah diamankan yakni D1 (16), D2 (16), R (16), S (16) dan I (16).

“Kelima tersangka atau pelaku ini, diamankan dari berbagai tempat persembunyiannya di wilayah Curug,” jelasnya.

BB yang sudah diamankan berbagai macam jenis senjata tajam dan beberapa unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan tawuran.

“Polres Tangerang Selatan dan Polsek Curug tetap akan memproses pidana terhadap pelajar yang terindikasi tawuran,” tegasnya.

Sementara, Kapolsek Curug Kompol Tedjo menambahkan, jajaran Polsek Curug dianjurkan untuk selalu waspada dan respon terhadap tawuran pelajar. Penangkapan pelaku katanya, tidak lebih dari 24 jam.

“Pelaku tawuran ditangkap di jalan raya STPI, dekat pom bensin,” bebernya.

Sementara BB yang diamankan diantaranya tiga clurit ditemukan di TKP, satu motor Honda Spacy, satu parang angka 7 milik D, satu parang milik R dan satu milik D.

“Kelima pelaku akan di kenai tindak pidana secara bersama melakukan kekerasan, yang mengakibatkan luka berat sebagaimana yang diatur pasal 170 KHUPidana dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (pudin).

5,256 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment