Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BISNISNASIONALUncategorized

PII: Pemerintahan Jokowi Kurang Serius Sikapi Pelemahan Rupiah

×

PII: Pemerintahan Jokowi Kurang Serius Sikapi Pelemahan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA, (B1) – Pemerintahan Jokowi dinilai kurang serius dalam menyikapi pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Example 300x600

Terpantau Kamis (6/9/18) nilai tukar rupiah berada pada titik 14.904,00 per dolar Amerika Serikat, dan hingga Sabtu (8/9/18) sudah mencapai level 14.966,05 per dolar Amerika Serikat. Penurunan yang cukup drastis dalam waktu singkat.

Besar kemungkinan nilai rupiah terhadap dolar AS akan terus merosot hingga lebih dari 15.000, padahal menyentuh level 14.000 saja, itu bencana besar bagi perekonomian Indonesia. Maka saat ini lebih dari bencana besar sedang melanda Indonesia.

Hal ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII). Aktivis PII menilai bahwa pemerintah lebih asik melempar bola panas soal anjloknya rupiah ke pihak eksternal, dibanding fokus untuk menyelesaikan inti permasalahannya.

“Saat ini pemerintah malah sibuk menyalahkan kondisi eksternal, seolah menghilangkan sentimen perekonomian internal yang juga sangat mempengaruhi anjloknya nilai rupiah. Sebut saja neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit, kemudian kinerja perdagangan yang kurang optimal yang juga penyebab defisit perdagangan Indonesia, atau masalah kepemilikan asing di surat berharga negara yang dinilai cukup besar,” papar Abdul Azis Fauzul Adzim, Wakil Sekretaris Jenderal PB PII, Sabtu (8/9/2018) dalam siaran persnya.

Mahasiswa ekonomi UIN Ciputat asal Banten ini menuturkan, dengan kondisi pemerintah yang terus menyalahkan kondisi eksternal, kian diragukan pemerintah dapat mengatasi musibah besar terpuruknya nilai rupiah ini.

“Memang ada beberapa pihak yang diuntungkan dengan melemahnya nilai rupiah ini. Tetapi itu hanya sementara dan bukan untuk kepentingan nasional,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan, jika pemerintah tidak fokus dan masih bermain-main dengan musibah besar ini, apalagi hingga mengambil keuntungan pribadi dari keterpurukan ekonomi nasional, maka Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai pimpinan lembaga negara yang paling bertanggung jawab terhadap persoalan ini harus diganti.

“Saya kira masih banyak ekonom yang mampu menangani musibah ini di Indonesia, bukan hanya satu orang Sri Mulyani,” tegasnya.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kondisi ekonomi nasional akan membaik jika pemerintah serius dan fokus mengedepankan kepentingan nasional. Kalau Menkeu tidak sanggup mundur saja, biarkan yang mampu mengatasi hal ini,” tutupnya. (Cj/ichan).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post