BPOM Banten dan Anggota Komisi IX DPR Sosialisasi Tips Milih Obat Yang Aman

 

TANGSEL, (B1) – BPOM Banten dan anggota DPR RI komisi IX asal fraksi PDI Perjuangan, serta Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, lakukan sosialisasi pemberdayaan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan di aula Kecamatan Pondok Aren ini, mengambil tema “Tips Memilih Obat Yang Aman”, Kamis, (13/9/18).

Menurut Marinus, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan guna memberikan edukasi kepada masyarakat Pondok Aren tentang cara bagaimana mencegah tertularnya suatu penyakit dan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana menjalankan pola hidup yang sehat.

“Ini adalah program kerjasama antara komisi IX DPR RI dengan beberapa mitra kerjanya seperti BPOM dan Dinas Kesehatan. Kita memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana menjalankan pola hidup sehat, dengan makan makanan yang baik dan sehat serta bagaimana memilih obat untuk mengobati suatu penyakit dengan benar. Salah satu diantaranya adalah dengan memperhatikan tanggal kadaluarsanya suatu obat,” terang Marinus.

Marinus menambahkan, komisi IX DPR RI telah bertekad untuk menjadikan banyak masyarakat luas khususnya yang mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan tentang tata cara memilih obat yang baik dan benar tersebut. Sebagai duta-duta kesehatan untuk keluarganya sendiri dan juga untuk para tetangga serta masyarakat dilingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Faisal Mustopa Kamil Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Masyarakat BPOM Banten menjelaskan, sosialisasi dilakukan dilakukan pada 24 titik. Selain itu selalu berganti tema tentang materi yang disosialisasikan.

Kegiatan sosialisasi bersama tentang obat ini meliputi, komunikasi, informasi dan juga edukasi kepada masyarakat. Tiap wilayah berbeda-beda tentang tema yang disampaikan, kadang tentang obat dan kadang tentang kosmetik. Ini merupakan kegiatan terakhir dari 24 rangkaian kegiatan yang telah dilakukan antara anggota DPR RI komisi IX dengan mitranya BPOM dan juga Dinas Kesehatan setempat.

“Dan ini juga merupakan tugas dari BPOM untuk memberikan pemberdayaan kepada masyarakat tentang memilih dan menggunakan obat dengan baik dan benar. Apa-apa saja yang mesti diperhatikan oleh masyarakat saat akan menggunakan obat dan kosmetik, seperti, Labelnya, kemasannya, ijin edarnya kadar dosis obatnya, kegunaan obatnya, masa kadaluarsanya. Dan jika obatnya telah kadaluarsa, maka sudah menjadi kewajiban pihak pabrik pembuat, untuk menarik produknya dipasaran untuk keamanan masyarakat dan penggunanya,” pungkasnya. (Btl).

6,197 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment