TRUTH: OTT Apartemen Sukamiskin, Pecat Hakim Wasmat Dan Menkumham

 

 

Oleh: Aco Ardiansyah.

Masyarakat kembali dihebohkan dengan berita tertangkapnya Kepala Lapas Sukamiskin Bandung (apartemen para napi koruptor-red). Pasalnya penangkapan yang dilakukan oleh KPK secara OTT berupa suap terkait fasilitas napi dan izin keluar lapas. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas ruang sel agar sesuai dengan keinginan Napi. Dalam kasus OTT ini, KPK mengamankan 6 orang. Namun yang lebih menghebohkan lagi bahwa KPK juga menyegel sel Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (TCW) yaitu adik Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sekaligus Suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani karena penghuninya tidak berada ditempat.

Pertanyaan kemudian kemana mereka ?Kenapa kemudian mereka tidak berada di lapas sebagaimana semestinya?, seharusnya, mereka berada dalam lapas selayaknya tahanan seperti narapidana yang lain. Hal ini membuat masyarakat semakin curiga bahwa ketidak beradaan TCW alias wawan di sel tahanan adalah salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan dengan Kalapas Sukamiskin agar bebas keluar masuk dan mendapatkan fasilitas yang lebih.

Kejadian ini tentu sangat membuat masyarakat Banten semakin marah, sebab TCW alias Wawan adalah salah satu narapidana Korupsi yang tidak ada di dalam Lapas, adalah pelaku Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan di Kota Tangerang Selatan dan Provinsi Banten serta kasus suap Sengekat Pilkada Lebak. Kejadian ini menunjukkan adanya keleluasaan dan kekuasaan TCW untuk melakukan apa saja didalam Lapas Sukamiskin, sekalipun ada penjelasan dari Menkumham, bisa saja itu merupakan alibi untuk merasionalisasikannya untuk menyelimuti fakta yang sebenarnya.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, bahwa TCW masih memiliki pengaruh politik yang sangat besar bahkan dapat mengintervensi birokrat se Provinsi Banten. Oleh karenanya momentum ini harus menjadi perhatian untuk membangun sistem koordinasi dan pengawasan terhadap para terpidana koruptor, terutama bagi KPK dan Kemenkumham,” ujarnya.

Sebab di lapas Sukamiskin (apartemen para Koruptor) tersebut diduga, TCW masih sering mendapatkan kunjungan dari beberapa pejabat, diantaranya Pejabat Dishubkominfo Banten, Pejabat Dinas Pendidikan Banten, Pejabat Dinas Binamarga Banten, Pejabat Satpol PP Banten, Pejabat Biro Umum dan Biro ARTP Setda Banten, Pejabat Samsat Banten, Pejabat Bank Banten, Pejabat Staff Ahli Gubernur Banten, Pejabat Dinas PUPR Banten serta pejabat lainnya. Tentu saja kunjungan tersebut bukan tanpa maksud, melainkan ada tujuan-tujuan tertentu, yang sudah pasti bertentangan dengan kewajaran, etika dan hukum. Seperti menentukan pejabat serta pengaturan proyek.

Hingga saat ini diindikasi, TCW masih bisa mengatur pemenang lelang, oleh karenanya wajar jika hari ini perusahaan-perusahaan yang mendapatkan proyek-proyek besar di Provinsi Banten masih dalam lingkup pengaturan TCW, diantaranya proyek-proyek besar pada Dinas PUPR. Dengan kapasitas TCW seperti saat ini, sebetulnya kapasitas Lapas Sukamiskin tidak bisa menjadi tempat untuk membuat Pemerintahan Banten bisa lebih baik.

“Maka dari itu kami merekomendasikan agar TCW alias Wawan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan,” tegasnya.

Narapidana dengan resiko tinggi seperti TCW, haruslah ditempatkan pada Lapas yang sesuai dengan kapasitasnya, agar dikemudian hari tidak perlu terjadi seperti saat ini. Oleh karenanya, momentum ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak, terutama Hakim Wasmat (pengawas dan pengamat) dan Kemenkumham harus bertanggungjawab agar tujuan dari pemidanaan, yaitu memperbaiki prilaku terpidana bisa tercapai, dari semula sebagai pelaku koruptor, maka keberhasilannya adalah narapidana tersebut menginsafi dan tidak menjadi pelaku kembali, bukan sebaliknya menjadikan lapas sebagai tempat pengaturan praktek-praktek KKN seperti saat ini.

Atas kekagalan ini, maka sudah sepantasnya Hakim Wasmat (pengawas dan pengamat) TCW dan koruptor lainnya, serta Menteri Hukum dan HAM agar di Pecat dari jabatannya. (***).

 

Biodata:

– Aco Ardiansyah Andi Patingari

– Koordinator TRUTH

10,276 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment