Ananta Wahana Dan Agus Setiawan Hadiri Perayaan Phe Tjoen Tangerang

 

TANGERANG, (B1) – Ribuan masyarakat Tionghoa Tangerang, tumplek jadi satu sambut puncak acara perayaan Phe Tjoen, yang berlangsung pada 18 Juni 2018 (Go Here The Go) Imlek 2569. Acara  ditandai pemotongan kue bertempat di tepekong Mpe Phe Tjoen Khoet Guan Bio, di jalan Imam Bonjol no 55, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu, (17/6/18) malam.

Ananta Wahana anggota DPRD Lrovinsi Banten yang hadir saat itu mengatakan, Dirinya merasa berbahagia bisa berdiri di tengah tengah ribuan masyarakat Kota Tangerang, yang sedang merayakan perayaan Phe Tjoen tahun 2018.

“Saya beri apresiasi kepada masyarakat dan keluarga di tempat ini atas penyelenggaraan perayaan Phe Tjoen dan berharap tahun depan lebih meriah lagi. Pemerintah Kota harus terlibat di dalamnya, karena Phe Tjoen adalah salah satu tradisi masyarakat Kota Tangerang, yang menjadi kekayaan budaya nasional,” terangnya.

Ananta menambahkan perayaan Phe Tjoen sangat luar biasa karena menunjukkan budaya daerah lokal. Sehingga dapat memperkuat sebagai salah satu budaya nusantara.

Ia yakin kalau terus dibina dan dikembangkan tradisi Phe Tjoen Kota Tangerang tidak kalah menarik dengan tari dari luar. Pemkot Tangerang harus bantu mengembangkan dan promosikan, hingga Mancanegara.

“Tradisi ini tidak lepas dari sejarah Tionghoa di tanah air. Dan memang yang tidak bisa dilepaskan” tandasnya.

Rudi panitia perayaan Phe Tjoen mengatakan, perayaan Phe Tjoen dimulai sejak tanggal 14 Juni dan puncaknya, 17 Juni 2018, jam 24.00 wib. Di perayaan Phe Tjoen ada pula prosesi pemandian perahu.

Perayaannya diadakan setiap tahun di bulan Juni. Sudah tradisi dan budaya karena sudah jadi aset Kota Tangerang, bukannya Tionghoa saja. Semua warga terdekat boleh melaksanakannya.

“Puncaknya memang ada pemotongan kue,” ujarnya.

Ibu Deris Warga karawaci mengatakan acara puncak pecun memang setiap tahun di adakan nya di sini di setiap bila ada bacang pasti ada pelaksanaan perayaan tradisi kota Tangerang

Agus Setiawan anggota DPRD Kota Tangerang menambahkan, tradisi Phe Tjoen bagian dari kebudayaan di Kota Tangerang. Juga bagian pesta dari rakyat Kota Tangerang yang mampu menjadi pemersatu di Kota Tangerang.

“Yang merayakan tradisi ini, bukan hanya Cina Benten, tapi seluruh warga Kota Tangerang, karena menjadi pesta kebersamaan. Tradisi perayaan Phe Tjoen dibarengi dengan perayaan bacang atau makan bacang,” jelasnya. (Pudin).

4,683 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment