SERANG, (B1) – Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30, gelar aksi menanggapi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) dan Andhika Hazrumy. Aksi digelar di depan kampus UIN SMH Banten, Jumat (12/1/18).
Massa aksi menuntut WH – Andhika untuk mewujudkan “clean and good goverment” di masa kepemimpinannya dan segera memenuhi janji-janjinya untuk pembenahan Banten.
“Seharusnya waktu delapan bulan dijadikan ajang untuk membuktikan kinerja atas janji dan keseriusan dalam membenahi Banten. Diawal kampanyenya selalu menggembar-gemborkan tentang pembenahan dari sisi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” kata Fakih Helmi kordinator aksi Sudirman 30 dalam orasinya.
Mereka menganggap WH – Andhika bersikap abu-abu terkait pemberantasan korupsi di Banten,
“Dilihat dari lambat dan ketidak tegasannya WH – Andhika dalam menyikapi kasus-kasus korupsi yang dilakukan direktur RSUD Banten.” ucapnya.
Menurut mereka,dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang meningkatnya kemiskinan di Provinsi Banten pada September 2017 dari 675,04 ribu jiwa menjadi 699,85 ribu jiwa. Mereka pun mencatat angka putus sekolah pada tahun 2017 di Banten mencapai 7.783 orang.
“Dari beberapa data yang dihimpun Komunitas Soedirman 30 menegaskan bahwa tonggak kepemimpinan WH – Andhika dalam memimpin Banten selama delapan bulan ini belum menampakkan kinerja secara signifikan dan masif,” ungkapnya.
Aksi sempat membuat macet kendaraan yang melintas di depan kampus UIN SMH Banten tersebut, masaa juga menolak mega proyek sterategis nasional di banten.
“Kami menolak 10 mega proyek yang akan dititipkan di Banten dalam Pepres nomor 58 tahun 2017 sebagai bagian proyek strategis Nasional. Karena kmi nilai kurang menguntungkan rakyat dan hanya akan menguntungkan segolongan pihak saja,” tuturnya. (faiz).
























