TANGERANG, (B1) – Glintung Go Green (3G) Malang, berhasil memikat Kota Tangerang, khususnya Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci. Pasalnya 10 kelurahan di Kecamatan Karawaci, tengah serius mengikuti lomba PHBS.
17 RW di Kecamatan Karawaci terlihat penghijauan sekarang lebih terasa. Jalan di gang-gang kebersihannya sudah tertata. Untuk malam hari pun muspika Karawaci beserta Lurah Pasarbaru intens kontrol wilayah.
Pada Sabtu, (6/1/18) malam Kelurahan Pasar Baru mendapat kunjungan Ir.H. Bambang Irianto, orang yang telah berhasil membuat Glintung Go Green di Kota Malang. Ia terpesona dan kagum dengan keberhasilan yang dilakukan Kelurahan Pasarbaru. Ia menilai dalam penghijauan di Kelurahan Pasar Baru termasuk cepat.
Suli Rosadi Camat Karawaci mengatakan, awal mula PHBS pihaknya diajak Walikota Tangerang ke Kota Malang, kegiatan APEKSI. Di Malang ternyata ada kampung warnawarni, kampung tiga dimensi hingga kampung glintung go green.
“Kampung warna yang sudah kita lihat di sana sekarang sudah diwujudkan dengan kampung berkelir. Sementara kampung go green nya belum ada. Untuk kampung go green harus ada kesadaran masyarakatnya juga,” tandasnya.
Ungkap camat, kampung warna-warni hanya dibutuhkan modal cat. Kalau kampung go green setiap hari harus dilakukan penyiraman bunga dan tanaman.
“Harus dibutuhkan kesabaran yang tinggi dan inilah yang kita tekankan ke masyarakat,” tandasnya.
Dikataan, di Glintung Kelurahan Purwantoro RW 23, Kota Malang, yang dikunjunginya, dulunya kampung dengan penuh kriminalitas. Tingkat kematiannya tinggi dan kesehatannya juga rendah. Begitu dikelola Bambang Irianto sebagai RW, sekarang berubah menjadi kampung yang tidak hanya dikenal di lokal namun juga dunia internasional ikut melihat.
“Dari dampak positif di glintung yakni menjadi inspirasi daerah lain, seperti kelurahan Pasar Baru ini. Namun di sini prosesnya lebih cepat,” ucapnya.
Dikatakan, di Malang dibutuhkan waktu lima tahun, namun di Pasar Baru, hanya butuh waktu dua bulan saja. Hal itu yakinnya tidak lepas dari Camat dan Lurah yang turun langsung mengontrol.
“Di Malang untuk mewujudkan penghijauan membutuhkan waktu lima tahun. Yang harus diperhatikan apakah kondisi ini bisa bertahan dalam jangka waktu lama atau tidak butuh kesadaran masyarakat mencintai kampungnya,” tandasnya.
Camat mengaku, di wilayahnya ada dua kampung yakni kampung Tugu di Bugel dan kampung Pulo di Gerendeng, yang masyarakatnya masih mempertahankan kerja bakti erat. Bahkan dua kampung tersebut sering dikunjungi kelurahan lain di Kota Tangerang.
“yang mengikuti lomba PHBS adalah kampung yang dianggap kumuh dulunya. Dan itu menarik minat masyarakatnya untuk melakukan perubahan. Lomba PHBS ini, mampu merubah pola hidup sehat masyarakat,” katanya.
Sementara Lurah Pasar Baru mengaku, antusias kedatangan tamu dari Malang. Terlebih yang berkunjung adalah pencetus kampung Glintung Go Green Malang, yang membuat inspirasi kampung lain di Indonesia.
“Lomba PHBS berdampak positif sekali bagi wilayah. Termasuk masyarakatnya, yang berlomba-lomba menjadikan hidup bersih dan sehat sebagai prioritas sekarang ini, ” ucap Lurah, yang mendampingi tamunya hingga tengah malam ini. (pudin).
























