Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PEMERINTAHANUncategorized

Penyerapan APBD Kota Serang Belum Maksimal

5
×

Penyerapan APBD Kota Serang Belum Maksimal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SERANG, (B1) – Memasuki tri wulan ketiga tahun anggaran 2017, penyerapan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daeah (APBD)  di Kota Serang mengalami penurunan alias belum optimal. Hal itu karena tidak sesuai dengan target yang sebelumnya telah disepakati. Penurunan tersebut disebabkan oleh berbagai permasalahan diantaranya adalah akibat implementasi dari Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan berkurangnya pemasukan retribusi pajak daerah.

Tidak terpenuhinya target penyerapan  APBD itu terungkap saat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang di Gedung DPRD Kota Serang di Banjar Agung, Cipocok Kota Serang, Senin 11 September 2017.  Hadir pada kegiatan itu Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir, Ketua DPRD Kota Serang, Subadri Ushuludin, para kepala Dinas di  lingkungan Pemkot Serang dan  seluruh anggota DPRD Kota Serang.

Example 300x600

Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir mengatakan realisasi semester 1 Tahun Anggaran 2017 untuk pendapatan daerah belum menunjukkan hasil yang signifikan. Menurutnya, dari pencapaian target semester 1 yang seharusnya sebesar 50 persen, realisasinya  baru mencapai 47,11 persen. Sementara untuk penyerapan belanja yang seharusnya 50 persen belum menunjukkan prosentasi yang diharapkan. Dan dari laporan semester 1 tersebut untuk penyerapan belanja tidak langsung sebesar 38,4%, sedangkan belanja langsung penyerapan baru mencapai 30,30%.

“Rendahnya realisasi pendapatan dalam pelaksanaan APBD akan berdampak terhadap belanja yang telah dianggarkan. Apabila pendapatan tidak mencapai target maka akan terjadi ketidakseimbangan anggaran sehingga perlu dilakukan penjadwalan ulang, atau efisiensi terhadap seluruh program dan kegiatan,” ucapnya.

Ia juga mendorong kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Serang untuk memaksimalkan program kerja agar penyerapan anggaran bisa dimaksimalkan. Pun kepada masyarakat agar taat membayar retribusi pajak, baik pajak bangunan atau pajak usaha. Menurutnya, hal itu agar PAD di Kota Serang selalu seimbang dan stabil.

“Sejak ditetapkannya peraturan daerah nomor 13 tahun 2016 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2017 telah terjadi perkembangan indikator ekonomi makro yang mengindikasikan perlunya dilakukan penyesuaian pada beberapa asumsi dasar ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi yang semula diasumsikan sebesar 7,50% sampai dengan 7 koma 70% menurun menjadi 6,50% tingkat inflasi di kota Serang semula diasumsikan sebesar 4% sampai dengan 6% menurun sebesar 3% sampai dengan 5% penyesuaian dasar ekonomi makro tersebut akan berpengaruh terhadap komponen dalam APBD antara lain penyesuaian terhadap kebijakan pendapatan serta belanja,” tuturnya.

Kemudian, proyeksi total pendapatan dalam rancangan perubahan APBD tahun 2017 yang semula ditarget Rp 1,165 triliun mengalami kenaikan menjadi Rp 1,210 triliun. Dengan rincian, PAD yang awalnya ditarget Rp 133,721 miliar bertambah Rp 208,606 miliar sehingga totalnya menjadi Rp 208,606 miliar. Lalu, dana perimbangan semula ditarget Rp 929,881 miliar berkurang menjadi Rp 46,581 miliar, sehingga jumlahnya menjadi Rp 636,602 miliar. Kemudian, pendapatan lain yang sah, semula ditarget Rp 101,706 m bertambah Rp 16,403 m sehingga jumlahnya menjadi Rp 118,110 M.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang, SUbadri Ushuludin, belum bisa memberikan komentar banyak mengenai hal itu. Menurutnya, rancangan APBD dan lapora keuangan Pemkot Serang tersebut akan dibahas kembali dalam rapat paripurna beberapa waktu yang akan datang.

“Yan nanti kita pelajari dulu materinya, sekarang saya belum bisa berkomentar, nan juga kana akan dibahas lagi,” ucapnya. (Arai).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *