Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

PMII Kota Serang Kecam Kekerasan Terhadap Rohingya

5
×

PMII Kota Serang Kecam Kekerasan Terhadap Rohingya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) РPengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang, mengecam serangan militer Myanmar kepada warga minoritas muslim Rohingya. Hal tersebut karena sudah keluar dari batas dan melanggar hak Asasi Manusia (HAM). Selain jutaan warga muslim terbunuh, aksi ini memaksa ribuan warga sipil mengungsi ke berbagai wilayah yang belum tentu wilayah tersebut mampu menampungnya  seperti ke Bangladesh.

Example 300x600

“Seperti disampaikan Pemerintah, beberapa hari yang lalu. Maka kami mengecam serangan kelompok bersenjata kepada pos polisi dan fasilitas penampungan pengungsi di Maungtaw Rakhine State pada 25 Agustus 2017 lalu yang telah mengharuskan ratusan mengungsi dan menyebabkan putaran kekerasan baru, menurut kami aksi ini tidak ubahnya dengan teror yang dilakukan kelompok radikal ISIS, kita ini dilahirkan sebaik baiknya dari makhkuk hidup lain, pada prinsipnya semua agama dan negara tidak mengajarkan kekerasan dilakukan semena mena, semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” kata Ketua Umum PMII Kota Serang, Abdul Rahman Ahdori kepada IB, Senin 4 September 2017.

Ia mengatakan, serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh para pemberontak pada Jumat lalu mengakibatkan bentrokan dan berdampak kematian 104 orang. Ada 4.000 warga non muslim telah dievakuasi pemerintah dan rribuan warga sipil Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

“Intinya PMII mendorong semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan, berkontribusi terhadap pemulihan keamanan, serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine, termasuk masyarakat Muslim, mudah mudahan Pemerintah bersikap tegas atas prilaku biadab semacam ini,” tuturnya.

Sementara itu, seperti dikutip BBC.com. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir 40.000 orang dari etnik Rohingya telah mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus lalu.

Sebagian orang menemui ajalnya dalam upaya pengungsian tersebut. Pada Jumat 1 September 2017. Aparat Bangladesh menemukan 40 orang meninggal dunia setelah kapal yang mereka tumpangi untuk menyeberangi Sungai Naf terbalik.

Pelapor khusus PBB soal hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan “siklus kekerasan yang memburuk” di Rakhine “sangat memprihatinkan dan harus diselesaikan secepatnya”.

Eksodus besar-besaran ini terjadi setelah sekelompok gerilyawan Rohingya, yang menamakan diri Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), menyerang pos polisi Myanmar sehingga menewaskan 12 orang, pada 25 Agustus.

Puluhan militan dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut dan bentrokan susulannya.Pascaserangan, pengungsi Rohingya yang ditemui di Bangladesh mengaku rumah-rumah mereka dibakar dan banyak orang dibunuh. (arai).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *