Selain Desa Wisata, Disparbud Cilegon Berencana Wujudkan Kampung Budaya Tiap Kecamatan

CILEGON, (B1) – Usai menggelar kegiatan Sarasehan Budaya, Selasa (11/7/17) lalu di Kecamatan Cibeber, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon kembali menggelar kegiatan serupa yang dilaksanakan, Kamis (13/7/17) bertempat di Aula Kecamatan Citangkil.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Camat (Sekcam) Citangkil Entik Atiqoh, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Cilegon Tini Suswatini mendampingi Kepala Disparbud Cilegon Heri Mardiana dan seluruf jajaran Kasi di Bidang Kebudayaan dan staff Kecamatan Citangkil.
Dalam pelaksanaan Sarasehan Budaya kedua ini, para seniman dan budayawan di Kecamatan Citangkil mendorong Pemerintah Kota Cilegon melalui Disparbud untuk mengusung Desa Budaya.
“Peguron di Kecamatan Citangkil jumlahnya sangat banyak. Selain itu bentuk kesenian lain seperti sanggar tari dan group ubrug dan pantun bambu juga masih ada di Kecamatan Citangkil. Kami berharap di Citangkil ini bisa dibentuk Desa Budaya. Kalau di Cibeber ada Desa Wisata Cikerai, kenapa di Citangkil tidak,” tutur Sekcam Citangkil Entik Atiqoh.
Entik juga mengaku akan mendorong setiap pelaku seni budaya di Kecamatan Citangkil untuk melestarikan bahasa asli Cilegon, yakni Bahasa Jawa-Banten (Bebasan).
“Maka dari itu, untuk mewujudkan Desa Budaya, kami mendorong para pelaku seni budaya di Kecamatan Citangkil untuk menggunakan Bebasan dalam setiap pertemuan ataupun latihan. Kebetulan saya juga sudah menulis dan mencetak buku dengan judul mengenal kata dan struktur bahasa jawa-banten,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disparbud Heri Mardiana mengapresiasi masukan dan keinginan dari para pelaku seni budaya di Kecamatan Citangkil.
“Masukannya bagus-bagus dan tadi dari hasil diskusi hampir sama dengan di Cibeber kemarin para seniman dan budayawan mendorong untuk diangkatnya bahasa jawa-banten. Maka dari itu kalau kemarin di Cibeber setiap hari Kamis wajib menggunakan bahasa jawa-banten dalam melakukan pelayanan, di Citangkil setiap latihan bahasa jawa-banten wajib digunakan. Dari hasil ini mudah-mudahan kedepan bisa kita canangkan Cilegon memiliki Desa Budaya di setiap Kecamatan, tinggal nanti kita inventarisir dan data kembali kebudayaan apa saja yang ada di setiap Kecamatan,” singkatnya. (Syarief).

Loading

Related posts

Leave a Comment