Jaman Minta Warga Bersabar Soal Macet

 

SERANG, (B1) – Walikota Serang, Tb Haerul Jaman meminta kepada seluruh warga yang berada di daerah Trondol untuk bersabar dalam menghadapi kemacetan di terowongan.

Karena proses pembangunan dua jalan baru, yang akan dipergunakan untuk mengurai kemacetan masih dalam tahapan.

Walikota Serang, Tb Haerul Jaman mengatakan, dalam menghadapi kemacetan yang terjadi di terowongan trondol warga harus bersabar.
Karena, dikatakan Jaman, dirinya pun sedang berusaha untuk melakukan penguraian kemacetan dengan membangun dua jalan baru.

“Saya juga sudah memikirkanya untuk penguraian kemacetan. Walaupun dua jalan baru tidak akan bisa selesai pada tahun ini,” ungkap Jaman saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (7/7/2017).

Lalu, sambungnya, pembangunan dua jalan alternatif itu, dirinya memastikan sampai akhir 2018 akan selesai di bangun.

“Karena satu jalan yang menuju penancangan tinggal pengaspalan saja, dan satu jalanya lagi masih proses pengurukan,” jelasnya.

Kemudian, Jaman pun sedikit menceritakan dalam proses pembangunan dua jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di terowongan trondol.

“Sebenarnya kita berniat membangun flyover, tapi memang anggaranya tidak cukup. Karenanya lah di bangun dua jalan alternatif pada tahun 2015, dan banyak tahapan yang harus di lalui,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi kemacetan di terowongan trondol membuat masyarakat yang tinggal di kawasan itu gerah karena setiap hari harus berjuang melewati terowongan yang macet.

Seperti disampaikan salah seorang warga perumahan Taman Banten Lestari, Aris Munandar.
Aris mengaku stress setiap melewati terowongan terondol karena macetnya yang sangat parah.

Kondisi itu dia alami hampir setiap hari saat berangkat kerja. Apalagi, kerap kali kondisi macet itu diperparah dengan banjir yang melanda areal terowongan bila terjadi hujan.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sudah berapa kali melakukan mediasi dan obrolan dengan warga di Perumahan BIP, Kampung Lebak, Kampung Gempol, Perumahan TBL, Perumahan TMI dan warga Kaligandu. Sudah dari 2015 silam, dan menjanjikan 2018 jalan tembus ke kasemen selesai dibangun. Tapi nyatanya hingga memasuki tujuh bulan, jalan tembus itu belum ada pembangunan,” keluhnya. (Stevan).

Loading

Related posts

Leave a Comment