Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITA PILIHANUncategorized

Pasca Penusukan, Dankor Brimob Langsung Keluarkan Perintah

10
×

Pasca Penusukan, Dankor Brimob Langsung Keluarkan Perintah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA, (B1) – Pasca terjadinya kejadian penikaman kepada 2 (dua) Anggota Brimob Sat III Mabes Polri, Jum’at (30/6) malam, di Masjid Falatehan, Perum Peruri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Korps Brimob Polri (Korbrimob) memberikan arahan untuk di pedomani dan dilaksanakan kepada seluruh jajarannya.

Example 300x600

Berdasarkan rilis yang diterima Bantensatu, Korbrimob memerintahkan kepada seluruh Dansat Brimob untuk :

1. Memberikan APP kepada anggota agar meningkatkan kewaspadaan karena MO (Modus Operandi) teror dengan tusuk/tikam pisau terhadap anggota sedang menjadi trend;
2. Melakukan waskat (pengawasan melekat) kepada anggota yang berada di lapangan untuk selalu buddy system;
3. Melakukan tindakan tegas kepada terduga pelaku tanpa ragu-ragu;
4. Bila dalam keadaan berkumpul, agar tetap membuat formasi yang memungkinkan adanya pengawas depan, samping kiri-kanan dan belakang;
5. Tekankan kepada anggota agar mengurangi main HP (handphone) pada saat bertugas, sehingga kewaspadaan tetap terjaga;
6. MO ini masih akan tetap berlanjut selama blum ada MO baru dari pelaku;
7. Ingatkan anggota yang bertugas di luar kesatuan baik yang melakukan pengawalan VVIP, yankam (pelayanan keamanan) polmas (polisi masyarakat), dan sebagainya, agar tetap waspada dan tidak under estimate terhadap situasi;
8. Tingkatkan latihan beladiri perorangan maupun satuan baik dengan tangan kosong maupun bersenjata;
9. Kembangkan teknik-teknik beladiri kreasi yang efektif dan efisien dalam mematahkan serangan dan melumpuhkan lawan; dan
10. Arahan ini bersifat perintah untuk dilaksanakan.

An. Dankor (Komandan Korps) Brimob Mabes Polri-Irjen Pol Murad Ismail.
Lakhar (pelaksana harian) Kabag Ops Mabes Polri

Diketahui, sekitar pukul 19.40 WIB di Masjid Falatehan Perum Peruri Blok M, dua anggota Satgas Ramadniyah, yakni Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dede Suhatmi (Resimen 1 Gegana) dan Briptu M Syaiful Bakhtiar (Resimen 3 Pelopor), ditikam menggunakan pisau jenis sangkur oleh orang tak dikenal (otk) usai melaksanakan Sholat Isya.

Pihak kepolisian mengungkapkan, pelaku yang diduga menusuk dua anggota Brimob Mabes Polri sempat meneriakkan kata ‘kafir Polisi kafir’ sebelum menyerang korbannya.

“Kafir, polisi kafir katanya. Yang dibilang kafir, anggota Brimob, sambil teriak dia menyerang,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto (dilansir dari media R News) di depan lokasi Masjid Falatehan Blok M, Jakarta Selatan.

Usai melakukan penusukan, pelaku mengancam semua jamaah yang berada didalam Masjid dengan mengacungkan sangkur sambil meneriakkan thogut.

“Satu perwira dan satu bintara luka akibat serangan tersebut,” ujarnya.

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Terminal Blok M, sambil mengancam dan menantang kelompok anggota Brimob yang bertugas jaga.

Oleh anggota diberikan tembakan peringatan, namun pelaku berbalik arah dan menantang petugas dengan meneriakkan ‘Allahu Akbar’ sambil mengacungkan pisau.

“Diberi tembakan peringatan tidak diindahkan, karena tidak digubris pelaku kemudian dilumpuhkan. Dari jarak 100 meter, petugas berhasil melimpuhkan pelaku dengan tembakan dibagian kepala dan dada,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Bantensatu, pelaku diketahui, bernama Mulyadi (28), kelahiran Lasi, Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang tinggal dan beralamat di Pagaulan, Rt 12, Rw 05, Kelurahan Suka Resmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Provinsi Bekasi. (Baehaqi Rizal).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *