Sekilas Golok Cilegon, Mulai Pembuatan Hingga Penggunaan

 

CILEGON, (B1) – Sejak pertama kali digelar pada April 2016 lalu, pelaksanaan Festival Golok Day yang merupakan festival budaya dalam rangkaian HUT ke-17 Kota Cilegon telah berhasil mencatatkan rekor MURI dengan jumlah 1.100 pendekar.
Selain berhasil mencatatkan rekor MURI, Festival Golok Day juga telah berhasil memperkenalkan ‘Golok Cilegon’ buatan salah seorang pendekar di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Dengan demikian, Provinsi Banten yang sebelumnya memiliki 2 jenis golok khas yang sangat terkenal di Indonesia, bahkan dunia yakni ‘Golok Ciomas’ dan ‘Golok Cilangkahan’ kini bertambah menjadi 3 dengan hadirnya ‘Golok Cilegon’.
Namun, mengingat keberadaan ‘Golok Cilegon’ yang baru satu tahun kemarin disahkan sebagai golok khas Kota Cilegon, mendorong saya untuk ikut mengangkat popularitas golok tersebut, agar keberadaannya semakin dikenal luas oleh masyarakat di Nusantara dan seluruh penjuru dunia.
Menurut penuturan Jamhari Sakti (Abah), Guru Besar Peguron Berru Sakti dan merupakan pendekar pembuat ‘Golok Cilegon’, keistimewaan ‘Golok Cilegon’ terdapat pada proses pembuatannya.
Dimana dalam proses pembuatan tersebut, diperlukan 7 (tujuh) material khusus berbentuk logam yang berasal dari Pahat, Palu, Pacul, Patuk, Per, Pipa dan Paku (7P).
Tidak hanya itu, untuk membuat ‘Golok Cilegon’ lebih memiliki karakter dan keistimewaan tertentu, golok ini hanya dibuat sebanyak 12 buah yang proses pembuatannya dilakukan pada waktu khusus, yakni setiap tanggal 12 Maulud dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.
Orang yang ditugaskan untuk membuat ‘Golok Cilegon’ pun harus mengikuti ritual khusus dengan cara melakukan puasa.
Sekilas, ‘Golok Cilegon’ terlihat sama dengan golok khas di daerah lainnya yang ada di Indonesia.
Namun perbedaan pada ‘Golok Cilegon’ akan terasa nampak dengan hadirnya gagang dengan bentuk kepala macan yang melambangkan semangat dan kekuatan.
Hal ini tentu sengaja dilakukan bukan karena tanpa alasan.
Dimana dalam hal ini, simbol kepala macan bagi para pendekar di Kota Cilegon sangat erat kaitannya dengan dua aliran silat yang ada di Cilegon, yakni Terumbu dan Bandrong atau bisa dikatakan lambang kepala macan merupakan perpaduan antara kedua aliran silat tersebut.
Berangkat dari filosofi tersebut, menandakan bahwa para pendekar di Kota Cilegon merupakan sosok macan yang dikenal gesit, kuat, teguh dan tangguh.
Karena, ketika macan menginginkan sesuatu, ia tidak akan berhenti berjuang hingga keinginan tersebut dicapai.
Tidak hanya teguh, gesit, tangguh dan kuat, sesuai bentuk golok yang sengaja dibuat merunduk dan membentuk huruf ‘C’, menegaskan para pendekar pemilik ‘Golok Cilegon’ untuk selalu rendah hati dan tidak sombong dalam bertindak, baik ketika hendak diserang ataupun menyerang lawan.
Sedangkan, soal bentuk mata golok yang tajam kedalam, itu menandakan para pendekar pemegang ‘Golok Cilegon’ adalah mereka yang siap membela wilayah dalamnya sendiri, yakni membela diri, membela keluarga, membela masyarakat, dan untuk cakupan yang lebih besar lagi, diharapkan mampu membela bangsa, negara dan kemanusiaan.
Untuk dapat mengeluarkan ‘Golok Cilegon’ dari sarungnya pun tidak sembarangan.
Dalam hal ini diperlukan tehnik khusus, agar ‘Golok Cilegon’ bisa digunakan.
Yaitu saat anda ingin mengeluarkan golok ini dari sarungnya, anda harus menekan sedikit keatas, baru kemudian ditarik sesuai dengan alurnya.
Jika tehnik ini tidak anda gunakan atau anda abaikan, dijamin ‘Golok Cilegon’ yang ada ditangan anda tidak akan bisa dikeluarkan untuk dapat dipergunakan.
Penasaran ingin melihat langsung seperti apa kehebatan dan keistimewaan ‘Golok Cilegon’.
Jangan lupa datang tanggal 29 dan 30 April 2017 ke Kota Cilegon dalam ‘The Miracle of Culture – Golok Day Festival 2017’ yang dimeriahkan dengan agenda Seminar Golok Nasional, Silaturahmi Pendekar Nusantara dan Pawai Pendekar, Festival Pencak Silat, Display Golok Raksasa Banten, Demo Pembuatan Senjata, Pameran Senjata Nusantara, Pendekar Night, Costplay Pendekar dan Kontes Foto Ala Pendekar. (baehaqi rizal).

4,010 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment