Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKANUncategorized

Aktivis dan Mahasiswa Cilegon Gagas Kampung Baca

6
×

Aktivis dan Mahasiswa Cilegon Gagas Kampung Baca

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Aktivis dan mahasiswa di Kota Cilegon, menginisiasi “Kampung Baca” bagi anak-anak kurang mampu. Kampung baca berada di Desa Sambilawang, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten.

Example 300x600

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kualitas pendidikan di kampung, khususnya yang berada di wilayah perbatasaan yang dalam hal ini terlihat masih jauh dari perhatian pemerintah.

“Apa yang kami lakukan hanya sebatas memfasilitasi tersedianya sarana pendidikan bagi anak-anak kampung yang notabene tinggal diwilayah yang jauh dari perkotaan. Akses mereka untuk dapat mengikuti les tambahan atau private sangatlah jauh. Selain itu kalaupun ada tempat kursus diwilayah perkampungan, secara ekonomi hal ini sangat sulit untuk mereka karena kondisi ekonomi orangtuanya kurang mendukung. Tidak seperti anak-anak yang tinggal diwilayah perkotaan yang dapat dengan mudah mencari tempat private atau kursus sesuai kebutuhan dan keinginan mereka,” ungkap Ali Sobri mantan Ketua Umum HMI Periode 2012-2013, Rabu (12/4/17).

Dirinya melanjutkan, bahwa Kampung Baca yang digagasnya, diselenggarakan setiap hari Sabtu.
Disana, anak-anak diberikan tambahan pelajaran yang ada di sekolah khususnya pelajaran bahasa inggris.

“Setiap hari sabtu saja, dan yang diberikan sama seperti pelajaran di sekolah, namun yang dipertajam adalah bahasa inggris,” jelasnya.

Sementara itu, Fauzul Imam salah satu mahasiswa asal Cilegon yang menjadi pengajar di Kampung Baca tersebut, merasa senang bisa memberikan pengajaran bahasa inggris dan pelajaran lainnya kepada anak-anak dikampung.
“Kami merasa senang bisa berbuat sesuatu bagi masyarakat. Melalui hal seperti ini, kami bisa melakukan pengabdian yang kongkrit dalam hal memajukan kualitas pendidikan dan mencerdaskan generasi bangsa,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar pemerintah sadar dan bisa melihat, bahwasanya pemerataan pendidikan disetiap wilayah masih belum terlaksana secara maksimal.

Untuk itu pihaknya mendorong upaya pemerataan pendidikan yang dilakukan pemerintah, bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat agar ditengah kompetisi global saat ini, masyarakat diwilayah pedesaan juga harus diajak untuk merasakan manfaat pendidikan agar bisa bersaing dalam mengikuti kemajuan dan perkembangan.

“Bahasa Inggris penting untuk persaingan sekarang, dan dalam hal ini pemerintah setempat memiliki tugas untuk membuat masyarakat di pedesaan mampu bersaing semenjak dini,” tandasnya kepada Bantensatu.co (Baehaqi Rizal).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *